
Memukau. Demikian kesimpulan saya setelah menyaksikan “Sherlock Holmes: A Game of Shadows” di penghujung tahun 2011 lalu. Peran sebagai detektif legendaris asal Inggris ini membelalakkan mata saya terhadap transformasi Robert Downey Jr.
Pria kelahiran 1965 itu pertama kali saya kenali di serial televisi “Ally McBeal”, yang pernah menjadi favorit saya. Downey ketika itu berperan sebagai sosok Larry Paul, kekasih Ally yang hanya tampil 14 episode tapi berhasil merebut simpatibanyak penonton (perempuan) –termasuk saya.
Pada saat itu saya nggak tahu bahwa Downey yang di serial “Ally McBeal” berperan sebagai laki-laki menawan nan baik hati, ternyata di kehidupan aslinya liar dan bandel. Make drugs dan keluar masuk penjara menjadi habitnya. So, saya yakin banyak penggemarnya semakin patah hati.
Nggak heran selama beberapa tahun di sekitar tahun 2000-2005, Downey lebih banyak diberitakan buruk oleh media. Citranya benar-benar terpuruk dan aksi-aksinya di layar kaca terlupakan akibat adiksinya.
Tahun 2008, nama Downey mencuat –hingga saya hampir lupa bahwa laki-laki ini pernah terkena adiksi drugs parah. Lewat “Iron Man“, Downey tampil sebagai pria gagah nan perkasa. Pasti butuh olah tubuh dan diet ketat untuk memerankan Tony Stark difilm action ini. “Iron Man” dan (juga sekuelnya di tahun 2010) pun sukses secara komersial dan menjadi hits.
Tahun 2009, Downey makin bersinar setelah berperan sebagai detektif legendaris asal Inggris, Sherlock Holmes. Holmes besutan Guy Ritchie tampil lebih modern, jenaka, atletis namun tetap cerdas. Dan Downey memerankannya dengan sempurna. Film Sherlock Holmes ketika itu juga sukses secara komersil dan berhasil pula menjaring penggemar baru –termasuk saya.
Tahun 2011, sekuel Sherlock Holmes keluar lagi dengan judul “A Game of Shadows”. Di film ini Holmes dihadapkan pada konspirasi tingkat tinggi yang dapat memicu perang di Eropa. Downey tampil lebih jenaka, tangguh namun tetap cerdas. Intinya, dia tampilmemukau!
Suatu hari saya menonton behind the scene film Holmes 2 ini, dan mendapati informasi baru: Downey menguasai bela diri bartitsu dan juga piawai menggunakan perlengkapan bela diri seperti double stick dan pedang. Jadi, action bak-bik-buk di film itu kebanyakan dilakukannya sendiri tanpa stuntman. Whoa juga yah!
Downey membuktikan bahwa kehidupan bak roda berputar, suatu saat di bawah tapi saat lain di atas. We love you!





4 comments ↓
pernah baca di majalah pria..
klo ga salah, buat ngilangin adicted-nya dia terhadap obat2an, dia belajar wing cun.
makanya pas pilem iron man 2, yg waktu itu juga ada pilem ip man 2, saya pernah liat ada poster ip-man digabung dengan robert Downey Jr. dan pilemnya jadi ipron man 2.
[Reply]
mels Reply:
Februari 9th, 2012 at 18:31
hehehe makasih infonya soal wing cun mas
[Reply]
Menurut gwakting downey yg paling jempol itu di film “Chaplin”(1992), dia meranin charlie chaplin yang jenaka difilm tapi hampa di kehidupan aslinya..kalo gak salah Downey dapat nominasi oscar juga looh.
[Reply]
mels Reply:
Februari 10th, 2012 at 14:26
mantap! saya belom nonton filmnya yang agak lamaan… btw downey di sherlock holmes jg menang golden globe kan, kayaknya tinggal tunggu waktu aja dia menang oscar :)…
[Reply]
Leave a Comment