Review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1

13 Sep 2016

 

Trio pelawak legendaris Dono, Kasino, Indro (Warkop DKI) dihadirkan kembali dalam wujud baru. Mempertahankan joke yang cerdas dan segar namun (sekarang) kekinian.

Siapa tidak kenal dengan film-film trio legendaris Warkop DKI? Banyak adegan, joke dan jargonya telah melekat dalam benak pecinta film Indonesia. Bahkan film-film lamanya kerap diputar di televisi nasional hingga saat ini. Maka tidak heran ketika berita Warkop DKI akan difilmkan kembali merebak, begitu banyak yang antusias. Saya termasuk diantaranya dan beruntung mendapatkan tiket gratis dari detikhot dan detikcommunity untuk menonton di Djakarta Theatre di hari pertama pemutarannya.

Di hari pertama pemutaran film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 penonton menembus 270.000 orang. Ini adalah sebuah rekor baru untuk ukuran flm Indonesia. Bahkan kabarnya sekarang film ini telah tembus 1 juta penonton. WOW!

Di film produksi Falcon Pictures ini adegan, joke dan jargon khas Warkop DKI kembali dihadirkan namun dalam kemasan yang kekinian. Abimana, Vino Bastian dan Tora Sudiro dipilih untuk memerankan Dono, Kasino dan Indro. Menceritakan trio ini sebagai anggota CHIPS yang bertugas menjaga ketertiban membantu kepolisian.

Namun dalam menjalankan tugasnya trio Warkop DKI kerap menemui kesialan demi kesialan. Oleh boss CHIPS, akhirnya mereka ditugaskan untuk mengatasi begal motor yang kerap meresahkan masyarakat. Namun bukannya sukses, trio ini malah menghadapi kesialan yang sangat besar hingga terancam masuk penjara.

Secara cerita memang tidak banyak yang baru. Film besutan sutradara Anggy Umbara ini menggabungkan beberapa cerita dalam film-filmWarkop DKI tempo dulu seperti Dongkrak Antik, Setan Kredit, Maju Kena Mundur Kena. Namun banyak elemen disesuaikan dengan tren masa kini. Seperti saat Kasino menyuruh teman-temannya yang berisik untuk ngobrol di Path. Atau perempuan idola Dono yang kini Katy Perry. Selain itu juga ada beberapa efek yang lazimnya dipakai film masa kini. Buat saya pribadi elemen kekinian paling okenya ada pada dekor dan kostum-kostumnya yang vintage. 

Sementara itu beberapa elemen tetap dipertahankan. Seperti sindiran politiknya dan cewek-cewek seksinya. Dan yang sudah pasti adegan serta skenario yang bikin satu bioskop terus-terusan tertawa ngakak.

Secara cast, menurut saya trio Warkop DKI reborn telah sukses menyelami karakter masing-masing. Kredit khusus buat Vino yang nyinyirnya, gesture dan kecerdasan khas Kasino-nya dapet banget.

Kesimpulannya sebagai film nostalgia film Warkop DKI Reborn dapet banget, namun sebagai film baru film ini juga sukses. Jadi? Harus nonton film ini sekarang, dan tertawalah keras-keras sebelum tertawa itu dilarang.


TAGS warkop dki


-

Author

Moviegoers. Writer. Enjoying life in a fast lane.

Follow Me

Search