Entries Tagged 'Fantasi' ↓
Mei 14th, 2012 — Action, Fantasi
Apa jadinya jika enam superhero berkumpul dalam satu tempat dan sama-sama berjuang melawan kejahatan? Penuh konflik atau tetap kompak? Temukan jawabannya di ‘The Avengers’.
The Avengers merupakan proyek ambisius Nick Fury (Samuel L. Jackson) dan organisasi penjaga perdamaian dunia yang dikenal dengan nama S.H.I.E.L.D.
Proyek ini bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah superhero dengan tujuan untuk bersama-sama mengatasi ancaman dari Loki, superhero dengan kekuatan luar biasa dari planet lain, dan pasukannya. Superhero yang dikumpulkan S.H.I.E.L.D diantaranya Iron Man (Robert Downey Jr), The Hulk (Mark Ruffalo), Thor (Chris Hemsworth), Hawkeye (Jeremy Renner), Black Widow (Scarlett Johansson) serta Captain America (Chris Evans).
Namun tidak mudah menggabungkan berbagai kekuatan super ini untuk satu tujuan.

Secara alur cerita, film ini cukup menarik! Walau di awal alurnya sangat lambat, namun secara perlahan alurnya menjadi seru di tengah sampai ending-nya. Banyak juga selipan humor yang pastinya membuat penonton tidak bosan menontonnya.
Yang juga saya suka adalah gambarnya yang tidak berlebihan mengekspos perkelahian atau adegan dar-der-dornya. Sehingga, masih recommended untuk ditonton oleh anak-anak.
Film ini menegaskan kekaguman saya kepada sosok Iron Man yang nyeleneh tapi cerdik dan perkasa (halah!) Kebalikannya adalah Captain America yang tegas dan berkharisma. Di sini berbagai sifat manusia biasa tampak dalam diri para superhero. Kepribadian berbeda-beda dari superhero Marvel ini sempat menimbulkan konflik yang membuat film ini semakin menarik.
Di beberapa bioskop, film ini juga tayang dalam versi 3D dan IMAX. Kalau melihat versi 2D-nya, kayaknya seru juga nonton versi yang lain! Oh ya, pastikan Anda tidak meninggalkan bioskop sebelum credit title berakhir, ya. Sebab ada bonus adegan setelahnya yang mungkin saja berlanjut menjadi sequel.
Selamat menonton!
Agustus 1st, 2011 — Fantasi
Serial Harry Potter akhirnya selesai. Namun entah mengapa, sebagai film pamungkas dari sebuah serial yang fenomenal menurut saya HP 7 bagian kedua ini cukup memuaskan saja.
Di akhir bagian pertama HP 7 diceritakan bahwa kunci untuk menghancurkan Lord Voldemort terletak kepada tiga Horcrux, yang informasinya diperoleh samar-samar oleh Harry melalui mimpi.Harry berjibaku dengan waktu untuk mencari dan menghancurkan jimat-jimat yang menjadi sumber kekuatan Voldemort tersebut.
Upaya Harry semakin sulit setelah Severus Snape menguasai Hogwarts. Namun demi Horcrux, Harry harus menembus kampus tercintanya tersebut dan menghadapi Voldemort dalam pertarungan hidup-mati.

Sebagai film pamungkas, entah mengapa saya kurang puas melihat bagian kedua ini. Tadinya saya berharap pertarungan yang terjadi lebih grand, efeknya lebih nggak masuk akal dan bikin berdecak kagum.
Tapi tetap ada kerennya sih. Adegan favorit saya adalah waktu Prof McGonagall menghidupkan patung-patung penjaga untuk menjadi tameng hidup menghadapi seranganpasukan Voldemort. Whoaa! Keren abis!
Positifnya, film ini sangat mudah untuk dicerna, bahkan untuk orang yang belum membaca bukunya. Setiap pertanyaan juga tersaji di film terakhir yang diadaptasi dari buku karangan JK Rowling ini.
Walaupun nggak ngefans, tapi agak sedih juga karena sekarang nggak ada lagi seri HP yang ditunggu-tunggu di bioskop.
Selamat menonton!
Desember 17th, 2010 — Fantasi
Narnia Voyage of The Dawn Trader sebetulnya tidak sengaja dipilih sebagai tontotan. Gara-garanya sedang kepingin nonton film berformat 3D. Untuk tontonan perdana, film ini biasa saja.
Film ini kembali menceritakan pengalaman Lucy (Georgie Henley) dan Edmund Pevensie (Skandar Keynes) bersama dengan Pangeran Kaspia (Ben Barnes) di Narnia yang bergejolak.
Di sebuah bagian dari negeri antah-berantah ini, muncul sekelompok penjahat yang dipimpin oleh mahluk mistis yang dapat menghilangkan orang dari tengah lautan. Lucy, Edmund dan Pangeran Kaspia harus melewati berbagai rintangan untuk menemukan tujuh pedang bertuah yang dapat membantu mereka menghancurkan mahluk tersebut.
Dalam petualangan di atas kapal The Dawn Treader ini Pevensie bersaudara ‘ditemani’ oleh sepupu mereka, Eustace (Will Poulter) yang penggerutu. Namun sebuah pengalaman gaib membuat Eustance justru menjadi pahlawan yang membantu menjawab teka-teki mahluk mistis di dalam laut Narnia.

Saran saya, sebaiknya Anda menyaksikan film ini dalam format biasa (2D). Soalnya tidak banyak sensasi yang ditawarkan versi 3D-nya. Mungkin sensasinya tidak terasa karena film ini minim action. Mahluk jadi-jadiannya juga kurang fantastis.
Jalan cerita lambat di awal sampai pertengahan. Film ini baru lebih menarik untuk dinikmati 45 menit menuju akhir yang berdurasi 115 menit. Penampilan para aktor dan aktrisnya cukup saja. Will Poulter sebagai Eustace paling menonjol. Tapi yang paling enak ditatap tentu saja Ben Barnes yang ganteng :D.
Karena saya tidak pernah menonton film pertama dan keduanya, saya tidak bisa membandingkan film mana yang lebih seru. Namun buat para pencinta Narnia, selamat menonton.