Entries Tagged 'Independent' ↓
Desember 14th, 2010 — Drama, Independent
Can two people in a different world collide? Anda harus menyaksikan ‘Adam’ untuk menemukan jawabannya.
Film keluaran tahun 2009 ini bercerita tentang Adam Raki (Hugh Dancy) yang tinggal di sebuah apartemen di New York. Dari luar Adam terlihat seperti pemuda kebanyakan, walau tergolong pemalu dan penyendiri. Namun di balik sifat pemalunya, Adam adalah pemuda yang pandai bak kamus berjalan.
Suatu hari apartemennya kedatangan Beth Butchwald (Rose Byrne), seorang penulis buku anak-anak yang cantik dan pandai. Berawal dari teman, Adam dan Beth saling tertarik. Saat itulah Beth mendapati kalau Adam menderita sindrom Asperger.
Sindrom yang diderita Adam awalnya tidak terlalu mengganggu hubungan romantis keduanya. Bahkan Beth berusaha untuk membantu Adam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Namun tak pelak kerap terjadi kesalahpahaman. Hubungan keduanya semakin memburuk seiring dengan dugaan korupsi dan perselingkuhan yang melibatkan ayah tercinta Beth (Peter Gallagher).

Setelah menyaksikan film ini Anda akan sangat ingin tahu mengenai sindrom Asperger. Menurut wikipedia sindrom ini adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata. Penderita sindrom Asperger juga bisa hidup secara mandiri.
‘Adam’ bercerita tentang sesuatu yang sederhana. Sesuai tagline-nya, “a story about two strangers”, film ini mengenai dua orang asing yang bertemu dalam kondisi yang berbeda. Beth yang ekstrovert bertemu dengan Adam yang penuh tanda tanya. Adam bisa dengan sangat lancar menjelaskan jenis-jenis teleskop atau sejarah gedung pertunjukan tempat mereka menonton teater. Namun dia sangat kesulitan menyatakan kalau dia mencintai Beth ataupun bersimpati dengan kegalauan hati Beth.
Film yang bertema manusia spesial seperti Adam sebelumnya dapat kita saksikan di film ‘Forrest Gump’ dan ‘I am Sam’. Kesamaan dari ketiga film ini adalah sama-sama touchy. Jadi pastikan sedia tissue saat menonton.
April 19th, 2010 — Drama, Independent
Aih, sudah lebih dua bulan nggak update blog ini. Sebetulnya ada beberapa film yang gue tonton dua bulan terakhir ini di bioskop, tapi beneran nggak mood untuk nulis review2-nya. Film yang gue tonton di DVD beberapa waktu lalu ini pengecualian.
Film ‘The Boy in The Striped Pajamas’ menurut kemasannya beredar tahun 2008, dan mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak.
Bosan dengan kehidupan di rumah dinas di daerah terpencil tempat ayahnya ditugaskan, Bruno, anak seorang petinggi militer nazi tahun 1940-an, berusaha mencari kesenangan sendiri. Dia tertarik dengan ‘ladang’ di belakang rumahnya, yang digarap oleh ‘petani-petani’ berpiyama garis-garis.
‘Ladang’ di belakang rumah dinas keluarga Bruno memang misterius. ‘Petani-petani’ yang bekerja di sana memakai borgol di kakinya. Kadang2 dari sebuah bangunan, keluar bau sengit yang mengganggu penciuman.
Kemisteriusan ‘ladang’ yang sebetulnya adalah kamp konsentrasi di belakang rumahnya membuat Bruno penasaran. Tak sengaja ketika sedang menjelajah, dia bertemu dengan seorang anak lelaki bernama Shmuel.
Shmuel juga berpiyama garis-garis, ditambah wajah pucat dan perut kelaparan. Persahabatan dengan Shmuel membawa petualangan penuh risiko buat Bruno.

Film ini diproduseri oleh perusahaan yang juga membuat film ‘Life is beautiful’. Nggak heran kalau beberapa detail mengingatkan gue dengan salah satu film favorit gue itu. Misalnya saja piyama garis-garisnya, detail barak kamp konsentrasinya, ritual ‘mandi bersama’ yang sungguh sadis kalau dibayangkan.
Film ini juga membawa keharuan yang hampir sama. Kepolosan dunia anak-anak terenggut oleh perang. Padahal perang cuma membawa kegetiran –baik untuk pihak yang kalah maupun menang. Di film ini kegetiran itu digambarkan dengan baik.
Pemeran Bruno tampil memikat. Begitu juga pemeran ayah yang dingin dan ibu yang nyaris tidak berdaya. As always, i love simplicity.
Image: dari Google
Februari 27th, 2009 — Drama, Independent
Ini dia film yang bikin gue penasaran sebulanan ini. Setelah menontonnya sampai habis (yees, sampai bagian seluruh cast-nya joget2 heboh :p), ternyata oke juga nih film.
Yang gue suka dari film ini adalah kesederhanaannya. Cerita diawali dengan narasi berbunyi gini, “How does Jamal Malik won 2 million rupees?”
Dari situ cerita bergulir mengenai pengalaman hidup Jamal yang sangat pahit, yang, uniknya, justru membantunya menjawab berbagai pertanyaan dalam kuis “Who Wants To Be a Millionaire?”
Padahal keikutsertaan Jamal cuma didasari oleh motivasi yang sederhana. Pria luguitu mengikuti kuis berhadiah besar itu bukan untuk kekayaan atau ketenaran, melainkan untuk menemukan cinta sejatinya.
Walau nggak mejengin aktor/aktris terkenal kecuali Anil Kapoor yang sering gue liat di film2 Bollywood (:p) tapi ceritanya berhasil bikin ni film istimewa: sederhanadan bermakna.
Namun untuk diganjar 8 Piala Oscar termasuk untuk film terbaik menurut gue agak mengejutkan. Secara film yang mengambil tema Asia seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon yang kolosal seinget gue mentok di menang Best Foreign Film. Dan kenapa aktor/aktrisdari India yang justru mainnaturalbanget di film inigagdapet apa2, ya?!
Yaaa, mengejutkan tapi berarti film ini memang istimewa. Nonton, deh!