• 2

    Apr

    Dua yang Bikin Bangga Jadi Orang Indonesia

    Kali ini saya sengaja tidak menulis review film tertentu di blog ini. Sejak terakhir membuat postingan di blog ini sudah cukup banyak film yang saya tonton, sehingga tidak adil rasanya jika hanya menulis satu review film saja. Film-film yang saya tonton ber-genre beragam, mulai drama sampai action. Dari yang menguras emosi sampai berdarah-darah. Tidak seperti biasanya dua genre action terakhir yang saya tonton adalah karya sineas Indonesia. ‘Killers’ dan ‘The Raid 2: Berandal’ punya beberapa kesamaan. Keduanya sama-sama premier di festival film di luar negeri. Keduanya sama-sama menampilkan “penjahat” berdarah Jepang. Yang ketiga, kedua film ini sama-sama sarat kekerasan dan pertumpahan darah. Konten hanya untuk 17+. ‘Killers’ bercerita t
  • 2

    Jan

    'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck', Film Romantis Nan Indah

    Sejak trailer-nya kerap diputar di bioskop beberapa waktu yang lalu, saya sudah sangat tertarik menyaksikan film yang diangkat dari novel karya Buya Hamka ini. Setelah menontonnya saya tidak heran film ini masuk daftar paling banyak ditonton di Indonesia. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (selanjutnya saya singkat TKVDW) merupakan roman klasik. Film ini mengambil sentral hubungan Hayati, seorang gadis Minang kembang desa Batipuh, dan Zainuddin, yatim piatu keturunan Minang-Makassar. Cerita berawal dari kedatangan Zainuddin (Herjunot Ali) dari Makassar ke Batipuh, kampung halaman ayahandanya. Berawal dari keinginan belajar agama dengan teman sang ayah, Zainuddin kemudian bertemu dan jatuh cinta dengan Hayati (Pevita Pearce), yang juga kemenakan tetua adat setempat. Awalnya cinta bersambut
  • 9

    Dec

    Menguak Keindahan Islam di Film '99 Cahaya di Langit Eropa'

    Sejarah kerap kali membosankan. Namun jika dikemas dengan menarik, sejarah pun dapat menjadi subyek yang mengasyikan untuk diketahui. Film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ diangkat dari novel best-seller berjudul sama yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra. Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryaseta) adalah sepasang suami-istri yang selama beberapa tahun tinggal di Eropa. Rangga merupakan mahasiswa yang sedang berjuang menuntaskan S3-nya, sedangkan Hanum adalah eks reporter televisi di Indonesia. Selama bermukim di Benua Biru, pasangan ini mengalami momen-momen menarik terkait dengan identitas mereka sebagai penganut Islam. Rangga, misalnya, di kampus berteman dengan seorang bule yang Atheis. Hanum mengalami momen-momen yang lebih menarik yang beraw
  • 27

    Jun

    Review 'Leher Angsa': Cerita Menghibur Tentang WC

    Alkisah WC alias jamban masih langka di desa di kaki Gunung Rinjani, Lombok. Cerita seputar jamban pun dikemas lucu dan menghibur dalam film ‘Leher Angsa’. Film yang diproduseri oleh Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale tersebut berkisah tentang Aswin (James Bintang Panglima) dan tiga sahabatnya. Di desa Aswin, fasilitas Mandi, Cuci &Kakus (MCK) sangat minim. Bahkan hampir seluruh penduduk memanfaatkan sungai untuk buang hajat. Satu-satunya warga yang memiliki WC jongkok –yang dikenal sebagai WC leher angsa oleh warga desa– adalah sang kepala desa (Ringgo Agus Rahman). Sayang sang kades kikir. Dari tugas yang diberikan guru mengarangnya, Aswin semakin menggebu untuk memiliki WC leher angsa di rumahnya. Apalagi, ibu tirinya yang baik hati (Alexandra Gottardo) tak
  • 19

    Dec

    Review '5cm': Cerita Tentang Persahabatan dan Mimpi

    Satu lagi film yang diangkat dari buku ini berjudul ‘5cm’. Bercerita tentang persahabatan dan impian film ini dikemascukup menarik. Film ‘5cm’ bercerita tentang 5 sahabat, Zafran (Herjunot Ali), Ian (Igor Saykoji), Riani (Raline Shah), Arial (DennySumargo) dan Genta (Fedi Nuril). 10 tahun bersahabat dan nyaris melewati setiap weekend bersama membuat Genta mencetuskan ide tak biasa. Cowok serius inimengusulkan untuk menghentikan pertemuan rutin mereka untuk mengejar mimpi masing-masing. Igor bertekad untuk menuntaskan kuliahnya. Arial yang grogian berupaya mendapatkan pacar pertamanya. Sedangkan Zafran asyik mengejaradik Arial, Dinda (Pevita Pearce), yang seksi namun lugu. Setelah tiga bulan mereka akan kembali reuni dan melakukan kegiatan yang tidak terlupakan.
  • 2

    Nov

    Tiga Genre di Film 'Loe Gue End'

    Untuk kesekian kalinya seputar penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas kalangan jetset Jakarta diangkat ke layar lebar oleh sineas Indonesia. Film ‘Loe Gue End’ diangkat dari dari pengalaman Zara Zettira yang dibukukannya dalam buku berjudul sama. Zara Zettira (Amanda Soekasah) baru pulang dari Kanada ketika dia mendapati serangkaian email dari Alana (Nadine Alexandra). Melalui mulut perempuan berprofesi model itu mengalir kisah kehidupan jetset ibukota yang diwakili oleh gank All-Access. Gank yang terdiri dari tujuh individu tersebut biasa menghabiskan hari-hari mereka dengan party, alkohol dan narkoba. Sampai suatu ketika tragedi merenggut nyawa satu per satu anggotanya. Tragedi demi tragedi pun bermuara pada satu nama: Santika. Siapa Santika? Adakah hubungannya traged
  • 13

    Jun

    Rasa Warkop DKI di Film 'Sule, Ay Need You'

    Rasanya belum ada film komedi yang mampu menyamai film komedi yang dibintangi Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Film ‘Sule, Ay Need You’ hanya dapat memberikan sedikit nostalgia akan film grup legendaris itu. Bukan hanya karena kehadiran Indro –personil Warkop DKI yang masih tersisa– di film ini, tetapi juga beberapa adegan plesetan yang buat penonton Warkop langsung mengingatkan dengan film-film Warkop di masa jayanya. Misalnya, adegan Bang Rozak (Indro) terjatuh dari kursi panjang yang tadinya seimbang, Parto (Parto) menabrak tembok, atau Sule (Sule) yang sering daydreaming sambil membayangkan berkisah-kasih dengan Ayla (Titi Kamal). Film ‘Sule, Ay Need You’ sendiri bercerita tentang Sule, asal sebuah kampung di Tasikmalaya, yang mencoba peruntung
  • 3

    May

    Review 'Modus Anomali': Thriller Indonesia Rasa Barat

    Anomali menurut Wikipedia adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya. Untuk film produksi Indonesia, Modus Anomali adalah penyimpangan. In a good way. Seorang pria bangkit dari kuburan di tengah hutan tanpa ingat siapa dia dan mengapa dia ada di sana. Secara perlahan pria bertato ini tahu bahwa namanya John Evans (Rio Dewanto) dan dia memiliki seorang istri dan dua anak yang menyayanginya. John tiba di sebuah kabin dan mendapati kamera video yang siap diputar. Betapa terkejutnya ia ketika yang didapati di dalamnya adalah adegan pembunuhan sang istri. Siapa yang mengubur John? Siapa yang tega mencabut nyawa istrinya? Kemana dua anaknya pergi? Hmmm… Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab satu per satu sepanjang filmnya. Namun seb
  • 22

    Mar

    Review 'The Raid': Tegang dari Awal Sampai Akhir

    Saya berkesempatan menyaksikan The Raid pada gala premier yang digelar kemarin, Rabu (21/03/2012), di Epicentrum Walk. Karena mendapatkana presiasi luas di luar negeri, film ini menjadi sangat dinanti-nantikan di tanah air dan gala premiernya dipenuhi orang. And it was worth the wait. The Raid menceritakan tentang pasukan khusus kepolisian yang diberi misi untuk menggerebek sarang narkoba pimpinan Tama(Ray Sahetapy) di sebuah kompleks apartemen tua. Dibantu dua tangan kanannya, Mad Dog (Yayan Ruhian) dan Andi (Dony Alamsyah), dan bekingan dari para begundal yang dinaunginya, Tama menjalankan bisnis haramnya tanpa mampu tersentuh aparat. Dengan beberapa rookie di kepolisian seperti Rama (IkoUwais), pasukan yang dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim)mencoba menerobos masuk. 20 orang anggota
  • 7

    Mar

    Review 'Negeri 5 Menara': Man Jadda Wajada yang Sempurna

    Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Mantera Man Jadda Wajada ini berhasil menyihir banyak penonton yang telah menyaksikan film Negeri 5 Menara. Alif (Gazza Zubizareta) adalah remaja tanggung di Padang yang mengidam-damkan untuk kuliah di ITB dan mendunia seperti idolanya BJ Habibie.  Remaja berkacamata ini sangat kecewa ketika sang ibunda (Lulu Tobing) memintanya bersekolah di pesantren selepasnya dari SMP. Padahal Pondok Madani bukan sembarang pesantren. Sekolah agama ini juga mengajarkan ilmu, kecakapan berbahasa asing, kemandirian dan, yang terutama, semangat pantang menyerah untuk mencapai cita-cita. Bersama para sahabatnya, Sahibul Menara, Alif belajar menjalani hidup yang sudah ditentukan untuknya. Sempat ingin mundur, dia menemukan bahwa di sekolah agama sekalipun,
- Next

Author

Moviegoers. Writer. Enjoying life in a fast lane.

Follow Me

Search