Entries Tagged 'Romantic Comedy' ↓

He’s Just Not That Into You

Setelah “digempur” dengan berbagai film nggak masuk akal, animasi, sampe genre males banget deh (baca: horor) akhirnya ada genre komedi romantis yang masuk bioskop. It’s time to talk about love, baby ;-)

Gigi adalah seorang gadis manis di pertengahan 20-an tahun yang sedang mencari cinta. petualangannya kerap gagal, karena salah menginterpretasi sinyal dari para lelaki. Namun sebuah kegagalan mempertemukannya dengan Alex, seorang pemilik bar yang dianggap Gigi expert dalam hal menginterpretasi sinyal cinta dari lelaki.

Di kantor, Gigi berteman dengan Janine dan Beth. Janine adalah tipikal istri setia dengan suami yang super ganteng. Namun Janine menghadapi situasi dimana suaminya berselingkuh dan menyembunyikan kebiasaan lama yang sangat dibenci Janine.

Sementara Beth adalah perempuan yang sudah tujuh tahun lebih menjalin hubungan dengan Neil. Sayang, Neil tidak kunjung melamarnya. Beth semakin resah setelah dia dilangkahi adiknya.

Selain tiga perempuan satu kantor ada Mary, yang jatuh cinta dengan pria dari social networking. Lalu ada Anne, si seksi yang menjadi selingkuhan suami Janine.

Kalau dibandingin dengan film paralel bertema cinta lainnya, film ini memang nggak begitu berbeda. Love is still the center of attention.

Kelebihan film ini adalah memajang begitu banyak bintang. Mulai dari Ben Affleck, Drew Barrymore, Jennifer Aniston, Scarlet Johansson, sampai Bradley Cooper ada di sini. Tapi entah kenapa, deretan bintang itu tetap nggak menjadi “wow factor” –buat gue.

Sementara dari sisi cerita, standar, yaitu mengenai perempuan dengan problematika cinta masing-masing. Favorit gue cerita mengenai Beth, yang bimbang karena nggak dilamar-lamar sama pacarnya. Baik ceritanya maupun Neil-nya sama-sama manis :-d.

Memajang banyak artis, tapi kalau mau dibandingkan dengan “Love Actually”, misalnya, masih kalah, sih. Apalagi kalau dibandingin sama “Paris J’ taime”. Problemnya terlalu biasa. Eh, tapi ending semua cerita cintanya gue suka.

Untuk sekedar tontotan di kala sepi film menarik akhir-akhir ini, boleh lah. Apalagi kalau ditonton bareng teman-teman perempuan, pasti seru! So, for you girls out there, watch this movie and you’ll understand what i am saying.

Share and Enjoy…
  • Facebook
  • TwitThis
  • Google
  • del.icio.us
  • Technorati

The Accidental Husband

Puluhan chick lit dan drama komedi romantis, rupanya belum bikin gue bosan dengan tema menemukan belahan jiwa. Belum bosan juga seperti gue? Kalau gitu lo harus nonton Accidental Husband.

Seperti judulnya, film yang dibintangi oleh Uma Thurman dan Jeffrey Dean Morgan ini bercerita mengenai pasangan Emma Lloyd dan Patrick Sullivan, yang berstatus suami-istri karena kesalahan sistem komputer yang mencatat data kependudukan.

Berawal dari dusta dan benci, cinta tumbuh di hati Emma dan Patrick, justru di saat Emma tengah menghitung hari untuk menikah betulan dengan penerbit menawan bernama Robert Bratton.

Jujur, alasan gue beli DVD ini selain dari tag line-nya yang mencolok adalah karena faktor CF, alias Colin Firth. Sayang, peran Mr. Darcy di film ‘Bridget Jones Diary’ ini ternyata kurang menonjol.

Sementara dua tokoh utamanya, Thurman dan Dean Morgan, gue nilai lumayan. Chemistry-nya setidaknya terasa. Itu penting banget untuk ukuran drama komedi romantis.

Okay, ini review seriusnya. Kalau kata Emma di film ini, yang lebih menakutkan buat seorang perempuan bukan menghabiskan sisa hidup dalam kesendirian, namun menghabiskan sisa hidup dengan orang yang salah.

So, its about finding your Mr. Right. Atau Mr. Maybe, karena nggak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Kalau kata Libby Mason, ini tentang menemukan seseorang yang bisa membuat kita lebih baik. Huehehe, jadi melankolis gini gue.

Kembali ke filmnya, siapakah yang akan dipilih Emma? Mr. Right atau Mr. Maybe? Untuk itu lo harus nonton filmnya!

Share and Enjoy…
  • Facebook
  • TwitThis
  • Google
  • del.icio.us
  • Technorati

Nanny Diaries

Chick movie yang kurang inspiring. Standar. Please, deh, Scarlett Johansson, jangan lagi main film genre beginian, ah.

Scarlett Johansson berperan sebagai Amy Braddock, lulusan kampus cukup terkenal di New Jersey, yang “dipaksa” ibunya untuk bekerja kantoran sebagaimana rekan2nya sekampusnya.

Tapi Amy ogah. Selain karena merasa nggak happy kerja kantoran, dia seakan-akan mendapatkan inspirasi lebih setelah bertemu dengan seorang wanita high class dari Manhattan yang secara tak sengaja ditemuinya di sebuah taman.

Maksudnya tapi bukan jadi sosialita seperti Mrs. X itu, tapi jadi nanny alias pengasuh anak! Iya, doi penasaran dengan gaya hidup perempuan jet set seperti Mrs. X. Ditambah, doi kepincut dengan putra asuhnya yang bandel tapi sekaligus menggemaskan. Tapi bisa nggak, ya, Amy jadi nanny yang menyenangkan?

Secara gue belum pernah baca novelnya (walau di rumah ada sih di rak buku), ni film kok nggak ada inspiring2-nya, ya. Kemungkinan besar karena Scarlett Johansson, aktris yang belum pernah gue liat main bagus di film mana aja deh yang sempet gue tonton (ie: Lost in Translation, The Prestige). Mungkin akan beda kalo yang main, misalnya, Drew Barrymore.

Moral of the story-nya, yang kalo kata gue,”nggak penting menjadi sukses yang penting lo happy menjadi diri lo sendiri”, juga kurang mengena. Abis, ending-nya Amy juga nggak jadi siapa2 *spoiler*, cuma memang dia happy karena dari petualangannya sebagai nanny dia menemukan sang pujaan hati *klise*.

Barusan nyontek IMDB novel dan filmnya rupanya beda banget ceritanya. Mungkin kita harus baca novelnya aja. Kalau mo nyari lucu sekaligus terinspirasi, gue saranin nonton lagi deh film2 Bridget Jones atau Legally Blonde.

Share and Enjoy…
  • Facebook
  • TwitThis
  • Google
  • del.icio.us
  • Technorati